Menghitung Tagihan Listrik
Posted on 08. Aug, 2011 by royyak in Pengetahuan
Menghitung Tagihan Listrik
Menghitung Tagihan Listrik
Semoga Menambah pengetahuan anda tentang bagaimana menghitung biaya pengeluaran penggunaan listrik. Supaya tidak mudah main bayar saja jumlah tagihan yang membludak besar.
Catatan: Dalam contoh perhitungan nantinya komponen PPJU (Pajak Penerangan Jalan Umum) diabaikan, karena ketentuan % PPJU berbeda-beda sesuai Perda masing-masing. Jadi cuma tarif yg murni dibayar ke PLN aja. Oya tambahan info.. PPJU itu bukan jadi milik PLN, tapi disetor ke kas Pemda, umumnya sebesar 3 sd 10% dari total tagihan listrik.
kWh pemakaian bisa dilihat dari perubahan Stand Meter selama sebulan, misalnya:
kWh pemakaian = 1289,7 – 1173,2 = 116,5 kWh
Pertama adalah baca KWh meter anda
Misalkan pada KWh meter anda terlihat 005004
Lihat lima angka pada angka digit dari sebelah kiri, satu digit di sebelah kanan tidak perlu diperhatikan. Dengan demikian hanya dibaca 500 saja, tanpa angka 4. Jika pembacaan meteran tidak sesuai dengan yang di catat petugas PLN, anda bisa mengadukan ke Call Center PLN 123.
Mari kita menghitung tagihan listrik:
Bulan Tagihan KWh meter
Januari 0 – 13
Februari 13 – 45
Maret 45 – 50
April 50 – 58
May 58 – 75
Juni 75 – 500
Misalkan pemakaian bulan Juni saya sebesar 500 dikurangi 75
jadi sebesar = 500 – 75 = 425 KWh
Dengan demikian total penggunaan untuk bulan Juni sebesar 425 KWh yang akan dihitung dengan tarif penggunaan PLN.
Sedangkan tarif untuk penggunaan listrik rumah residensial dengan daya 2200 Watt (R1/2200) sebagai berikut:
Penggunaan Tarif (dalam Rupiah)
20 KWh pertama 390
40 KWh kedua 445
Per KWh berikutnya 495
Jadi setelah dihitung akan menjadi seperti berikut:
Penggunaan Tarif (dalam Rupiah) Biaya (dalam Rupiah)
20 KWh (0 – 20) x 390 =7.800
40 KWh (20 – 60) x 445 =17.800
365 KWh berikutnya (60 – 425) x 495 =180.675
Total 206.275
Total penggunaan listrik sebesar = Rp. 206.275,-.
Ini adalah nilai pemakaian bersih tanpa Abodemen dan Pajak.
Sekarang mari menghitung Abodemen dan Pajak.
Rumus menghitung Abodemen listrik PLN:
Abodemen PLN = (Daya/1000) x (Rp/kVA)
Untuk R1/2200, Rp/kVA yang ditetapkan PLN adalah Rp 30.200,-.
Jadi Abodemen untuk R1/2200 adalah:
(2200/1000) x Rp 30.200,- = Rp 66.440,-
Total tagihan listrik tanpa pajak adalah
Rp 206.275,- + Rp 66.440,- = Rp 272.715,-
Rumus menghitung pajak (3% dari total tagihan listrik anda):
3% x Rp 272.715,- = Rp 8.181.45(dibulatkan Rp 8.200,-)
Total tagihan PLN setelah dikenakan pajak adalah:
Rp 272.715,- + Rp 8.200,- = Rp 280.915,-
contoh Menghitung Tagihan Listrik:
Penggunaan lampu 40 W menyala selama 1 jam
kwh = kilowatt-hour
kwh berarti energi yg digunakan selama 1 jam pemakaian.
1 kwh = energi sebesar 1 kilowatt (= 1000 watt, dari situ asalnya angka 1000) digunakan selama 1 jam.
jadi, lampu 40W menyala 1 jam = 40 Wh (watt-hour) = 0.04 kwh (kilowatt-hour)
makanya kalo 1 kwh = Rp. 200 –> 40Wh = 40/1000 x 200 = Rp. 8 (jadi bukan 40×1000)
Bedakan antara watt-hour dengan watt:
Watt = Joule/detik
Lampu 40W = lampu tsb. mengkomsumsi energi listrik sebesar 40 Joule setiap detiknya.
Kalau lampu dinyalakan selama 1 jam = energi listrik yg dikomsumsi adalah 40 Wh (watt-hour), yang sebenarnya sama dengan 40 Joule/detik x 3600 detik = 144000 Joule.
Menghitung Tagihan Listrik
Tags:
abodemen listrik,abodemen listrik 2200 watt,abodemen listrik 2011,biaya abodemen listrik,menghitung tagihan listrik 2011,cara menghitung tarif listrik 2011,abonemen listrik 2200 watt,abodemen listrik 2200,biaya abodemen listrik 2200 watt,cara menghitung tagihan listrik 2011,menghitung pemakaian listrik 2011,listrik 2200 watt,abonemen pln,menghitung tagihan listrik,perhitungan biaya listrik 2011,menghitung tarif listrik 2011,BIAYA ABODEMEN LISTRIK 2012,abodemen listrik 2012,perhitungan tarif listrik 2011,meteran listrik


