Bahan Berbahaya Pada Makanan
Posted on 09. Aug, 2011 by royyak in Pengetahuan
Bahan Berbahaya Pada Makanan
Bahan Berbahaya Pada Makanan
Bahan berbahaya pada makanan yang banyak digunakan sebagai pewarna makanan adalah methanil yellow dan rhodamin B, klorin, boraks dan formalin. Makanan di era modern seperti sekarang ini yang paling disukai adalah makanan instan. Tak heran kalau perusahaan makanan berlomba-lomba menciptakan makanan instan yang unik dan kaya rasa. Tetapi banyak sekali makanan yang mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh kita.
Makanan menjadi berbahaya karena adanya zat adiktif pada perwarna makanan tersebut. Zat pewarna biasanya sengaja ditambahkan kepada makanan untuk memberikan kesan menarik dilihat. Zat-zat berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker bisa saja terdapat pada jajanan pasar atau jajanan anak-anak di sekolah.
Berikut ini beberapa bahan berbahaya pada makanan yang sering kita jumpai
Methanil yellow
Methanil Yellow adalah zat warna sintesis berwarna kuning kecokelatan dan berbentuk padat atau serbuk. Pewarna ini digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Kuning metanil merupakan bahan yang dilarang untuk digunakan sebagai pewarna pangan.
Methanil Yellow akan berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan bisa iritasi pada saluran pernapasan, gangguan pada mata dan bahaya kanker pada kandung dan saluran kemih. Apabila tertelan, bisa menyebabkan mual, muntah , sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah rendah.
Penyalahgunaan Methanil Yellow untuk pangan telah ditemukan untuk beberapa jenis pangan di antaranya, kerupuk, mie, pangan jajanan berwarna kuning dan banyak juga sebagai pewarna pada tahu. Ciri pangan dengan pewarna kuning metanil biasanya, berwarna kuning menyolok dan cenderung berpendar, banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (misalnya pada kerupuk).
Rhodamin B
Rhodamine B termasuk zat yang apabila diamati dari segi fisiknya cukup mudah untuk dikenali. Bentuknya seperti kristal, biasanya berwarna hijau atau ungu kemerahan. Di samping itu rhodamine juga tidak berbau serta mudah larut dalam larutan berwarna merah terang berfluorescen. Zat pewarna ini mempunyai banyak sinonim, antara lain D and C Red no 19, Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine dan Brilliant Pink B. Rhodamine biasa digunakan dalam industri tekstil. Pada awalnya zat ini digunakan sebagai pewarna bahan kain atau pakaian. Campuran zat pewarna tersebut akan menghasilkan warna-warna yang menarik. Bukan hanya di industri tekstil, rhodamine B juga sangat diperlukan oleh pabrik kertas.
Ciri-ciri makanan yang menggunakan rhodamin B adalah: mempunyai warna merah mencolok dan cenderung berpendar, namun banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen. misalnya pada kerupuk dan es puter. Fungsinya sama yaitu sebagai bahan pewarna kertas sehingga dihasilkan warna-warna kertas yang menarik. Sayangnya zat yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas tersebut digunakan pula sebagai pewarna makanan.
Klorin
Klorin ada yang berbentuk gas, cair, maupun padat. Klorin yang ditambahkan dengan kalsium hipoklorit yang berbentuk padat, umumnya dikenal sebagai kaporit. Adapun ciri-ciri beras yang mengandung klorin, warnanya sangat putih, tidak seperti beras biasa yang terlihat sedikit buram; secara umum agak licin, namun juga agak kesat; saat direndam, air rendamannya menjadi keputih-putihan; saat beras dipegang dalam keadaan kering, ada serbuk berwarna putih yagn melekat di tangan.
Formalin
Formalin adalah larutan yang tidak berwana dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 % formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15 % sebagai pengawet. Barang ini biasa digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumahsakit serta untuk pengawet mayat. Formalin juga dilerang keras digunakan untuk pengawet makanan.
Bahaya formalin jika terhirup, mengani kulit dan tertelan, bisa menyebabkan luka bakar, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan sebanyak 2 sendok makan saja atau 30 mL formalin bisa menyebabkan kematian.
Gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu, juga bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.
Beberapa makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai pengawet di anataranya mie basah, tahu, baso, ayam dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya.
Boraks
Boraks adalah senyawa berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau dan stabil pada suhu tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O). Dapat dijumpai dalam bentk padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Boraks atau asam borat biasa digunakan sebagai bahan pembuat deterjen, bersifat antiseptik dan mengurangi kesadahan air. Bahan berbahaya ini haram digunakan untuk makanan.
Bahaya boraks jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan bisa menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi mata dan kerusakan ginjal. Jika boraks 5-10 gram tertelan oleh anak-anak bisa menyebabkan shock dan kematian.
Efek akut dari boraks bisa menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala. Penyelahgunaan boraks untuk makanan telah ditemukan pada mie basah, baso, kerupuk dan jajanan lainnya.
Bahan Berbahaya Pada Makanan tersebut diatas dapat diganti dengan bahan-bahan sebagai berikut:
Pengawet
- Asam benzoate – Natrium benzoat
- Asam propionat – Natrium bisulfit
- Asam sorbat – Natrium metabisulfit
- Kalium nitrat – Natrium propionat
- Kalium propionat – Natrium sulfit
- Kalium sorbat – Propil p-hidroksibenzoat
Pewarna
- Biru berlian – Kuning FCF
- Chocolate Brown HT – Kuning Kuinolin
- Eritrosin – Merah Allura
- Hijau FCF – Ponceau 4 R
- Indigotin – Tartrazine
- Karmoisin – Hijau S
Pengemulsi, pemantap (stabilizer), pengental
- Sodium Tripolifosfat
- Karagenan
Bahan Berbahaya Pada Makanan
Tags:
natrium fosfat,eritrosin,bahaya metanil yellow,pengental makanan,eritrosin adalah,pewarna kertas,fungsi boraks,metanil yellow pada makanan,fungsi detergen,kegunaan natrium fosfat,Pengental air,bahaya methanil yellow,boraks dan formalin dalam makanan,zat pengental,fungsi borak,boraks dan formalin pada makanan,fungsi natrium metabisulfit,metanil yellow,bahan pengental makanan,pengertian natrium fosfat


