Buah Kersen

Posted on 18. Aug, 2011 by in Flora & Fauna

Buah Kersen

buah kersen

buah kersen

Buah Kersen

Buah Kersen merupakan salah satu jenis pohon pinggir jalan yang umum sekali dijumpai, terutama di wilayah-wilayah yang kering. Kersen tumbuh sendiri di pekarangan dan sepanjang halaman muka rumah, di tempat yang tak ada pohon lain dapat tumbuh. Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri (untuk buah bernama ceri yang lain, lihat pada: ceri). Di Lumajang, anak-anak menyebutnya baleci.

Klasifikasi Ilmiah Buah Kersen

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Dilleniidae

Ordo: Malvales

Famili: Elaeocarpaceae

Genus: Muntingia

Spesies: Muntingia calabura L.

Pohon  kecil, tinggi sampai 12 m (umumnya hanya sekitar 3-6 m saja).  Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya; membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar; demikian pula daunnya.

Daun-daun terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing, 1-4 × 4-14 cm, sisi bawah berambut kelabu rapat; bertangkai pendek. Daun penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang, lk. 0,5 cm, agak lama lalu mengering dan rontok, sementara sebelah lagi rudimenter.

Bunga dalam berkas, berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya.

Buah buni bertangkai panjang, bulat hampir sempurna, diameter 1-1,5 cm, hijau kuning dan akhirnya merah apabila masak, bermahkota sisa tangkai putik yang tidak rontok serupa bintang hitam bersudut lima. Berisi beberapa ribu biji yang kecil-kecil, halus, putih kekuningan; terbenam dalam daging dan sari buah yang manis sekali.

Kandungan buah kersen setiap 100 gram

Kandungan jumlah
   Air (77,8 g)
    Protein (0,324 g)
    Lemak (1,56 g)
    Serat (4,6 g)
    Kalsium (124,6 mg)
    Fosfor (84,0 mg)
    Zat besi (1,18 mg)
    Karotin (0,019 mg)
    Vitamin B1 (Tiamin) (0,065 mg)
    Riboflavin (0,037 mg)
    Niacin 0,554 mg)
    Vitamin C (Ascorbic Acid atau antioksidan) (80,5 mg)

Kandungan gizi yang tinggi dari buah kersen, membuat buah kecil yang manis ini memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:

  • Antiseptik atau antibakteri
  •  Antispasmodik (kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis)
  • Meringankan sakit kepala
  • Meringankan gejala awal flu dan pilek
  • Anti diabetes
  • Anti inflamasi (anti peradangan)

 Buah Kersen

Tags:

tumbuhan yang tidak berbunga,kandungan buah kersen,buah kersen,Kandungan gizi buah kersen,tumbuhan berkeping satu,tumbuhan tak berbunga,kingdom tumbuhan,tumbuhan berkeping 1,biji berkeping satu,kandungan kersen,kandungan gizi kuning telur,buah berkeping satu,klasifikasi buah kersen,tumbuhan biji berkeping satu,klasifikasi kersen,buah berkeping dua,kersen,klasifikasi tanaman dikotil,tumbuhan kersen,tumbuhan berkeping 2

Share

5 Responses to “Buah Kersen”

  1. bisnis online indonesia

    18. Aug, 2011

    memang manis buah kersen rasanya,,…waktu kecil suka metikin nih

    Reply to this comment
  2. Salah satu buah kesukaan saya sejak kecil :D

    Reply to this comment
  3. paid to click

    22. Aug, 2011

    jadi ingat masa kecil, suka panjat pohon kersen….

    Reply to this comment
  4. Crissy

    27. Sep, 2011

    To think, I was cofnuesd a minute ago.

    Reply to this comment

Leave a Reply

*